image by islamindonesia.id
image by islamindonesia.id

Bersikaplah seakanakan telah puluhan jam menyaring bulir-bulir cahaya
Yang berjatuhan dari langit
Mirip pria malang yang dipermainkan Sarajevo
Sepanjang hayatnya

Bersikaplah seolah-olah
Kau dan suara kecilmu yang lucu
Pernah mengenakan pakaian sama dengan yang di pakai matahari
Lalu purapuralah Mengibaskan udara kearah lembah yang berkelok

Dan tetap waspada
Apabila suatu hari
Dahandahan itu mengigau kembali
Selepas di tembus hujan kala malam terasa mencekam

Dan carilah sisasisa mimpi
Yang lahir dari kamar sepasang pengantin tua
Kepada bulan itu
Biar menyisih sepimu Biar di ceburkan bersama redup bayang-bayang

“Mari kita rangkul segala,ketakutan demi ketakutan yang membanjiri kita,ini saatsaat pesta,saat dimana uraturat bunga sudah berdenyut,menghidupkan cahaya,saat dimana badai telah di jinakkan,saat dimana kenyataan di lukis oleh harapan.Mari,kita menyelam kearah masa silam,menyaksikan rayuan bulan yang dahulu kita sangsikan.Mari,kita berangkatkan doa ke alamat asalnya” katamu

2020

* Penulis adalah Mahasiswa Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Tulisan-tulisannya dapat di jumpai di berbagai media seperti cerano.id, kibul, majalah literasi, juga beberapa antologi berasama.