Setiap kita bertanggung jawab pada diri kita sendiri, tapi itu bukan berarti kita harus bersikap egois. Di era Pandemi COVID-19 ini, harusnya kita sepenuhnya sadar bahwa inilah saatnya kita berjuang menyelamatkan bumi pertiwi. Kita tidak perlu berperang seperti para pejuang pada jaman penjajahan, kita hanya perlu menghela napas, berpikir positif, dan memilih untuk tetap tenang berada di rumah untuk waktu yang cukup lama. Kebosanan memang selalu meningkatkan keinginan; keinginan untuk keluar rumah, keinginan untuk tidak mengindahkan larangan-larangan yang semestinya kita ikuti.

Pandemi ini adalah cerita tentang negeri, bukan cerita tentang diri kita saja. Jadi, bukankah sudah seharusnya kita berjuang bersama melawan musuh tak kasat mata ini?

Keadaan ini seharusnya menjadi ladang berpikir untuk kita semua, menjadi kesempatan emas untuk lebih memperbanyak waktu bersama keluarga, meningkatkan produktifitas diri dalam keadaan apapun. “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru“. Begitulah yang dikatakan oleh Ki Hadjar Dewantara. 

Berhenti berpikir egois, hargai mereka yg berjuang di garda depan hingga rela tidak pulang ke rumah berbulan-bulan hanya karna takut menularkan virus berbahaya ini pada lebih banyak orang lagi. Pikirkan bagaimana nasib buruh-buruh kecil jika keadaan ini terus berlanjut. Lihatlah angka kematian yang semakin hari semakin bertambah, bumi pertiwi sedang sakit, keadaan ekonomi negeri sedang kacau, rakyat sedang gelisah. Kadang kita ingin berkata, “Indonesia terserah“, tapi tolong jangan menyerah. Negeri ini milik kita bersama, negeri ini membutuhkan kita.

Tetap produktif walau di rumah saja, pahami dan resapi keadaan sekitar. Pelajari dan kembangkan diri. Terkadang kita pergi ke banyak penjuru untuk mempelajari atau mendapatkan suatu hal baru, tapi kita tidak sadar bahwa di dekat kita ada lebih banyak hal yang belum kita dapatkan. Hal yang belum kita pahami dengan baik. Saat ini, kita tidak hanya sedang melawan sebuah virus berbahaya, tapi kita juga sedang melawan satu hal yang jauh lebih berbahaya lagi, yaitu kebodohan.

Mari kita selesaikan semua ini, suatu saat kita akan kembali pada masa yang seharusnya. Menikmati waktu dengan hidup bersosial dan berkeliling menghirup udara negeri. Tetap semangat; aku, kamu, dan kita semua.

About The Author